Cerah……
Hening……
Bening…….
Damai…….
Sejuk….
Tatapan….
Pelukan….
Cinta….
Terimakasih…..
Buat kamu seorang…..
Cerah……
Hening……
Bening…….
Damai…….
Sejuk….
Tatapan….
Pelukan….
Cinta….
Terimakasih…..
Buat kamu seorang…..
Rasanya merasa bersalah, mencintaimu sejenak saja
Kamu sudah ada yang punya
Tapi….., apakah itu dosa?
Biar hanya Tuhan yang menjawabnya
Bukan kita
Kita belum tahu mengapa
Kita tak tahu apa-apa
Kita cuma saling jatuh cinta
Walaupun itu cuma sementara…..
Saat pagi, masih bisa tercium wangi embun di sudut rumahku
Saat malam, masih ada ketenangan menjelma di berbagai sudut kota
Dengan segala yang dimilikinya, sulit untuk mengingkari bahwa Kota Malang adalah kota yang romantis.
Kota ini selalu mengajakku sejenak kembali
Sepertinya tak pernah rela jika aku benar-benar pergi
Ada bongkahan rindu yang tersimpan
Yang bisa kuambil kapan saja
Lewat indera perasa, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perabaku
Meninggalkanmu sepenuhnya berarti ingkar
Hai Kamu
Duduklah disini temani aku
Jangan pergi terburu-buru
Atau berlari ikuti nafsu
Derasnya hujan baru saja turun menggebu
Ada cintaku yang terselip di situ
Aku masih menikmati senyummu
Bersama uap kopi yang menghiasi sendunya sore itu….
HATI….* Mengapa kamu pucat-pasi * Apakah ada seseorang menyakiti * Lalu kau merasa sepi * Dan pada akhirnya menyendiri…
Hidup memang tak seindah nirwana * Yang bisa kau atur semaunya * Bisa saja hari ini kamu jadi jawara * Tapi seketika kamu jadi yang paling nestapa…
Jika ada yang menyakitimu * Coba bilang padaku * Nanti aku akan cari tahu * Jangan jadikan dirimu bagai retaknya lemari kayu * Yang rusak parah serta ada bau yang mengganggu…
HATI…jangan biarkan dirimu sengsara * Kamu harus selalu dihiasi cinta * Jangan bagaikan rumah yang hampa * Tak ada siapa-siapa * Tak ada apa-apanya * Yang cuma ada debu dan ramainya sarang laba-laba…
HATI…, aku sedang bicara * MASIH MAUKAH KAMU JATUH CINTA?….
Sayang
Kenapa kamu pergi menghilang
Tanpa bilang-bilang
Perasaanku tak tenang
Jangan buat hati ini meradang
Tapi jika itu yang membuatmu senang
Aku mencoba terus riang
Walau ada rasa yang jauh terbang
Seperti yang aku rasakan sekarang
Cinta kita janganlah kau buang
Apalagi kau biarkan melayang
Aku ingin terus kau sayang
Aku mau merasakan cintamu sampai kenyang…
Ini kisah tentang syahdunya sore hari
Bersama nikmatnya secangkir kopi
Sembari menunggumu di sini
Berharap candamu akan menemani
Sesaat kamu datang tanpa senyum menghiasi
Kamu melangkah dengan dingin hati
Tanpa basa-basi
Tanpa mesra yang biasanya kau beri
Kamu ingin cinta kita diakhiri
Katamu cukup sampai disini
Tak akan ada lagi romansa yang pasti
Apalagi sebuah ikatan janji
Kamu segera beranjak pergi
Meninggalkanku seorang diri
Rasanya ngopi sore hari tak akan asyik lagi
Jejak nikmatnya kopi menghilang bersama tenggelamnya mentari…
Aku ingin kamu yang di sana, jatuh cinta kepadaku saja
Cinta yang sebenarnya
Bukan hanya pura-pura
Sebab pura-pura cuma membuatku luka
Kalau kamu memberiku cinta
Aku akan membuatmu tertawa
Walau bisa saja terselip rasa kecewa
Tapi itu hanya sementara
Buat kamu yang di sana, jatuh cintalah kepadaku saja…………
Di pagi hari yang cerah dan bersahabat, saya mencoba MEMANISKAN DIRI dengan segelas TEH MANIS. Setelah itu, MERASAKAN PAHITNYA secangkir KOPI PAHIT. Terkadang dalam hidup, kita memang harus merasakan keduanya. Entah itu secara bergantian, atau bahkan sekaligus…….